Ibu

Apa yang Harus Dilakukan Jika Payudara Sakit Saat Menyusui?

23 June 2026 · 3 menit baca

Payudara yang terasa sakit saat menyusui merupakan keluhan yang cukup umum, terutama pada minggu-minggu awal setelah melahirkan. Meski sering kali tidak berbahaya, nyeri pada payudara dapat mengganggu kenyamanan ibu dan membuat proses menyusui menjadi lebih menantang. Sehingga, penting untuk memahami penyebabnya agar dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Penyebab Payudara Sakit Saat Menyusui

1. Posisi dan pelekatan menyusui yang kurang tepat

Menurut NHS, salah satu penyebab paling umum dari nyeri payudara dan puting saat menyusui adalah pelekatan (latch) yang kurang optimal. Ketika bayi tidak menempel dengan baik pada payudara, puting dapat menjadi nyeri, lecet, atau bahkan pecah-pecah.

2. Bendungan ASI (Breast Engorgement)

Bendungan ASI terjadi ketika payudara menjadi terlalu penuh akibat penumpukan ASI. Kondisi ini dapat menyebabkan payudara terasa keras, bengkak, hangat, dan tidak nyaman. Bendungan ASI sering terjadi pada awal masa menyusui ketika produksi ASI mulai meningkat atau ketika jadwal menyusui berubah.

3. Saluran ASI Tersumbat

Saluran ASI tersumbat dapat menyebabkan munculnya benjolan yang terasa nyeri pada area tertentu di payudara. Menurut Johns Hopkins Medicine, kondisi ini biasanya muncul ketika ASI tidak mengalir secara optimal dari salah satu saluran ASI.

4. Mastitis

Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang dapat disertai infeksi. Gejalanya meliputi nyeri payudara, kemerahan, pembengkakan, rasa hangat pada payudara, serta gejala seperti flu, termasuk demam dan tubuh terasa lemas. Mastitis membutuhkan perhatian medis, terutama jika gejala tidak membaik dalam waktu singkat.

5. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada puting atau payudara dapat menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar selama atau setelah menyusui. Kondisi ini perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi Payudara Sakit Saat Menyusui

1. Periksa kembali posisi menyusui

Pastikan bayi membuka mulut dengan lebar dan menempel pada sebagian besar area areola, bukan hanya puting. Pelekatan yang baik dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan pengeluaran ASI.

2. Tetap menyusui atau memerah ASI secara teratur

NHS dan The Royal Women's Hospital menyarankan agar ibu tetap mengosongkan payudara secara teratur. Menyusui atau memerah ASI dapat membantu mengurangi bendungan ASI dan mempercepat pemulihan pada beberapa kondisi, termasuk mastitis.

3. Kompres hangat sebelum menyusui

Kompres hangat dapat membantu melancarkan aliran ASI dan membuat proses menyusui terasa lebih nyaman.

4. Istirahat dan penuhi kebutuhan cairan

Saat tubuh mengalami peradangan atau infeksi, istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik menjadi bagian penting dari proses pemulihan.

5. Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi

Segera cari bantuan medis jika nyeri tidak membaik, muncul demam, gejala semakin berat, atau terdapat tanda-tanda infeksi pada payudara.

Dukung Kenyamanan Menyusui dengan Nutrisi yang Tepat Bersama Asifit

Selain menerapkan teknik menyusui yang benar, ibu juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi selama masa menyusui. Nutrisi yang cukup membantu menjaga kondisi tubuh, mendukung produksi ASI, serta menunjang aktivitas sehari-hari yang sering kali lebih padat setelah melahirkan. Diperkaya ekstrak daun katuk dan vitamin B kompleks, Asifit hadir untuk mendukung produksi ASI sekaligus menjaga energi ibu selama masa menyusui. Produk yang diformulasikan oleh Kimia Farma ini juga dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian ibu menyusui. Asifit juga mudah ditemukan di berbagai apotek maupun platform e-commerce, seperti Shopee dan Lazada, sehingga praktis untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui.

FAQ

1. Bagaimana ciri-ciri mastitis pada ibu menyusui?

Mastitis biasanya ditandai dengan payudara yang nyeri, kemerahan, bengkak, terasa hangat saat disentuh, serta gejala seperti flu, termasuk demam dan tubuh terasa lemas.

2. Apa ciri-ciri saluran ASI tersumbat?

Saluran ASI tersumbat umumnya ditandai dengan benjolan atau area yang terasa nyeri pada payudara. Berbeda dengan mastitis, kondisi ini biasanya tidak disertai demam atau gejala flu.

3. Bolehkah tetap menyusui saat mengalami mastitis?

Ya. Dalam banyak kasus, ibu tetap dianjurkan untuk melanjutkan menyusui atau memerah ASI secara teratur. Mengosongkan payudara membantu menjaga aliran ASI dan dapat mendukung proses pemulihan. Namun, ibu tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila gejala tidak membaik atau semakin berat.

Tags

Latest Article

View All