Anak

Bayi Kuning, Apakah Perlu Waspada?

24 June 2026 · 3 menit baca

Kulit dan bagian putih mata bayi yang tampak menguning sering kali membuat orang tua khawatir. Kondisi yang dikenal sebagai bayi kuning atau jaundice ini cukup umum terjadi, terutama pada minggu pertama setelah lahir. Dalam banyak kasus, bayi kuning merupakan kondisi sementara yang akan membaik seiring waktu. Namun, ada juga kondisi tertentu yang memerlukan perhatian medis. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab bayi kuning dan mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.

Apa Penyebab Bayi Kuning?

Bayi kuning terjadi akibat penumpukan bilirubin, yaitu zat berwarna kuning yang terbentuk saat tubuh memecah sel darah merah. Pada bayi baru lahir, hati masih dalam tahap perkembangan sehingga belum dapat membuang bilirubin seefektif orang dewasa. Selain itu, beberapa bayi dapat mengalami jaundice yang berkaitan dengan proses menyusui. Misalnya, ketika bayi belum mendapatkan cukup ASI pada hari-hari awal kehidupan, kadar bilirubin dapat meningkat karena pengeluarannya melalui BAB menjadi kurang optimal.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bayi Kuning?

1. Periksakan ke Dokter

Jika bayi tampak kuning, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan. Dokter dapat menilai tingkat keparahan kondisi dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

2. Perhatikan Penyebaran Warna Kuning

Warna kuning biasanya muncul terlebih dahulu pada wajah, kemudian dapat menyebar ke dada, perut, lengan, dan kaki. Semakin luas area tubuh yang menguning, semakin penting untuk segera melakukan pemeriksaan.

3. Pastikan Bayi Mendapat ASI yang Cukup

Pemberian ASI yang cukup dapat membantu bayi mengeluarkan bilirubin melalui urine dan feses. Karena itu, penting untuk memastikan bayi menyusu secara teratur dan menunjukkan tanda-tanda mendapatkan asupan yang cukup.

4. Pantau Frekuensi BAK dan BAB

Frekuensi buang air kecil dan buang air besar dapat menjadi salah satu indikator bahwa bayi mendapatkan cukup cairan dan ASI. Jika jumlah popok basah atau BAB berkurang dari biasanya, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

5. Waspadai Tanda Bahaya

Segera cari bantuan medis jika bayi tampak sangat mengantuk, sulit dibangunkan untuk menyusu, mengalami kesulitan menyusu, menangis dengan nada tinggi, atau warna kuning terlihat semakin intens dan menyebar luas.

Jaga Produksi ASI dengan Dukungan Asifit

Pemberian ASI yang cukup merupakan salah satu hal penting untuk mendukung kebutuhan bayi, termasuk saat bayi mengalami jaundice pada masa awal kehidupannya. Karena itu, ibu perlu menjaga kelancaran proses menyusui dan memastikan kebutuhan tubuh tetap terpenuhi. Asifit mengandung ekstrak daun katuk yang dikenal sebagai booster ASI untuk membantu mendukung produksi ASI selama masa menyusui. Tidak hanya itu, Asifit juga dilengkapi oleh vitamin B complex agar energi ibu tetap fit setiap hari. Produk ini juga telah hadir di berbagai apotek maupun platform e-commerce untuk mempermudah perjalanan menyusui sehari-hari.

FAQ

1. Berapa lama kuning pada bayi akan hilang?

Pada banyak bayi baru lahir, kondisi ini biasanya mulai membaik dalam waktu 1–2 minggu. Namun, durasinya dapat berbeda pada setiap bayi tergantung penyebab dan kadar bilirubin yang dimiliki.

2. Kapan bayi kuning dikatakan berbahaya?

Bayi kuning perlu segera diperiksakan apabila muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir, warna kuning semakin menyebar atau semakin pekat, bayi sulit menyusu, sangat mengantuk, atau menunjukkan tanda-tanda sakit lainnya.

3. Apakah bayi kuning karena kurang ASI?

Tidak selalu. Namun, kurangnya asupan ASI pada hari-hari awal kehidupan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar bilirubin pada sebagian bayi. Karena itu, penting untuk memastikan bayi mendapatkan ASI yang cukup dan menyusu secara teratur.

Tags

Latest Article

View All